Jumat, 13 Juli 2012

Perdarahan Uterus Disfungsional


Perdarahan Uterus Disfungsional merupakan perdarahan abdomen tanpa adanya lesi organik yang nyata di uterus. Berbagai penyebab perdarahan disfungsional dapat dibagi menjadi empat kelompok fungsional:
1.  Kegagalan ovulasi. Siklus anovulatorik menyebabkan kelebihan estrogen relatif terhadap progesteron. Oleh karena itu endometrium mengalami fase proliferatif yang tidak diikuti oleh fase sekretorik normal. Kelenjar endometrium mengalami perubahan kistik ringan dan tampak kacau dengan stroma yang relatif sedikit, yang memerlukan progesteron untuk mempertahankannya. Endometrium yang kurang ditopang ini mengalami kolaps secara parsial, disertai ruptur arteri spiral dan perdarahan.
2. Fase luteal yang tidak adekuat. Korpus luteum gagal mengalami pematangan yang menyebabkan kekurangan relatif progesteron. Kekurangan ini menyebabkan perlambatan terbentuknya fase sekretorik.
3.  Perdarahan yang dipicu oleh kontrasepsi. Kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progesteron sintetik memicu kemunculan kelenjar dan stroma yang tidak sesuai.
4.      Gangguan endometrium, termasuk endometrium kronik, polip endometrium, dan leiomioma submukosa.
(Robbin & Kumar, 2007).

Gejala klinis yaitu perdarahan uterus abnormal (menoragia, metroragia) dan perdarahan pasca menopause. Pemeriksaan penunjang dengan pemeriksaan kadar progesteron, biopsi endometrium (pada wanita yang sudah menikah), laboratorium darah dan hemostasis, USG, serta radio immunoassay.

Langkah diagnosis dimulai dengan menyingkirkan kelainan organik. Pada anamnesis, perlu diketahui usia menars, siklus haid setelah menars, lama dan jumlah darah haid, serta latar belakang kehidupan keluarga dan latar belakang emosionalnya. Pemeriksaan fisik umum dinilai adanya hipo/hipertiroid dan gangguan hemostasis seperti peteki. Pemeriksaan ginekologik dilakukan untuk menyingkirkan adanya kelainan organik seperti perlukaan genitalia, erosi/radang atau polip serviks, maupun mioma uteri. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pengukuran suhu basal badan atau pemeriksaan hormon FSH dan LH
(Price & Wilson, 2006).


Daftar Pustaka
Prince & Wilson. 2006. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6. Jakarta: EGC
Robbins & Kumar. 2007. Buku Ajar Patologi Edisi 7. Jakarta: EGC.


0 komentar:

Posting Komentar