Jumat, 13 Juli 2012

Electroencephalogram (EEG)


Electroencephalogram ( EEG) adalah suatu test untuk mendeteksi kelainan aktivitas elektrik otak (Campellone, 2006). Jadi Aktivitas otak berupa gelombang listrik, yang dapat direkam melalui kulit kepala disebut Elektro-Ensefalografi (EEG). Amplitudo dan frekuensi EEG bervariasi, tergantung pada tempat perekaman dan aktivitas otak saat perekaman.
Saat subyek santai, mata tertutup, gambaran EEG nya menunjukkan aktivita sedang dengan gelombang sinkron 8-14 siklus/detik, disebut gelombang alfa. Gelombang alfa dapat direkam dengan baik pada area visual di daerah oksipital. Gelombang alfa yang sinkron dan teratur akan hilang, kalau subyek membuka matanya yang tertutup. Gelombang yang terjadi adalah gelombang beta (> 14 siklus/detik). Gelombang beta direkam dengan baik di regio frontal, merupakan tanda bahwa orang terjaga, waspada dan terjadi aktivitas mental. Meski gelombang EEG berasal dari kortek, modulasinya dipengaruhi oleh formasio retikularis di subkortek.
EEG dilakukan untuk
1.      Mendiagnosa dan mengklasifikasikan Epilepsi
2.      Mendiagnosa dan lokalisasi tumor otak, Infeksi otak, perdarahan otak,
3.      parkinson
4.      Mendiagnosa Lesi desak ruang lain
5.      Mendiagnosa Cedera kepala
6.      Periode keadaan pingsan atau dementia.
7.      Narcolepsy.
8.      Memonitor aktivitas otak saat seseorang sedang menerima anesthesia umum selama perawatan.
9.      Mengetahui kelainan metabolik dan elektrolit
(Jan Nissl, 2006)

0 komentar:

Posting Komentar