Jumat, 13 Juli 2012

Mola Hidatodosa



Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal di mana hampir seluruh vili korialisnya mengalami perubahan hidrofilik. Diketahui terdapat dua subtipe mola; mola komplet dan mola parsial. Mola hidatidiformis komplet tidak memungkinkan terjadinya embriogenesis.
Mola paling sering terjadi pada usia sebelum 20 tahun atau setelah 40 tahun, dan adanya riwayat mola meningkatkan risiko untuk kehamilan berikutnya. Manifestasi klinis antara lain amenore, gejala kehamilan muda, nyeri perut bagian bawah, perdarahan pervaginam, dan pada pemeriksaan vagina terdapat nyeri goyang bila serviks digerakkan, nyeri pada perabaan, dan kavum Douglasi menonjol karena ada bekuan darah. Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan umum, ginekologi, dan laboratorium. Pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan laboratorium (kadar Hb, leukosit, tes kehamilan), dilatasi kuretase, kuldosentesis, ultrasonografi, serta laparoskopi dan laparotomi.
Penatalaksanaan pasien dengan laparotomi, salpingektomi, dan kemoterapi. Dengan diagnosis dini dan persediaan darah yang cukup, kematian akibat kehamilan ektopik cenderung turun. Sebagian wanita menjadi steril setelah mengalami kehamilan ektopik atau mengalami kehamila ektopik lagi pada tuba sisi lain. Angka kehamilan ektopik berulang dilaporkan 0-14,6% (Robbin & Kumar, 2007).

Daftar Pustka:
Robbins & Kumar. 2007. Buku Ajar Patologi Edisi 7. Jakarta: EGC.

0 komentar:

Posting Komentar